About

Minggu, 29 Oktober 2017

ARSITEK LINGKUNGAN ALAMI, BUATAN, SOSIAL, BUDAYA DAN EKONOMI








1. Lingkungan Alami
Lingkungan alami merupakan lingkungan yang telah ada dan merupakan ciptaan Tuhan tanpa adanya campur tangan ulah manusia atau terbentuk sudah ada secara alami. Pada dasarnya, lingkungan yang alami ini dibagi menjadi dua yaitu lingkungan daratan dan perairan.
Ø  Dataran Rendah
Dataran rendah merupakan hamparan tanah yang luas dengan tingkat ketinggian antara 0 sampai 500 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di daerah dataran rendah, terutama untuk wilayah di Indonesia sekitar 23 derajat Celsius hingga 28 derajat Celsius sepanjang tahunnya sehingga udara di dataran rendah memang cenderung cukup panas. 
Ø  Dataran Tinggi
Ini merupakan daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan air laut. Dataran tinggi atau plateau terbentuk sebagai hasil sedimentasi dan hasil erosi. Dataran tinggi memiliki suhu udara yang lebih dingin daripada dataran rendah sehingga daerah ini sangat cocok untuk perkebunan. Contoh dataran tinggi misalnya adalah dataran tinggi Dieng, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Tibet, dan masih banyak lagi.
Ø  Pantai
Pantai merupakan bentuk geografis yang terdiri atas pasir. Pantai terdapat di daerah pesisir laut. Pada dasarnya, pantai merupakan batas antara perairan laut dan daratan. Berdasarkan koreksi PBB pada tahun 2008, Indonesia menjadi negara dengan pantai terpanjang yang keempat di dunia setelah AS, Kanada, dan Rusia.
Ø  Pegunungan
Pegunungan merupakan bentang lama dan terjadi akibat dari proses struktural. Contohnya adalah Pegunungan Selatan yang merupakan pegunungan dari hasil proses pengangkatan mulai dari Akhir Tersier atau awal Kuarter.
Ø  Gunung
Gunung merupakan tanah perbukitan tinggi dan besar jika dibandingkan dengan daerah di sekitarnya. Menurut Van Zuidam, gunung adalah dataran dengan ketinggian antara 500 sampai 1000 meter di atas permukaan laut. Contohnya adalah Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Merbabu, dll.
Lingkungan alam yang berlawanan dengan daratan adalah perairan. Lingkungan alam yang berupa perairan adalah sungai, danau, rawa, dan laut.
Ø  Sungai
Sungai merupakan lingkungan alam berupa aliran air yang panjang dan besar dari pegunungan. Contoh sungai di antaranya adalah Sungai Musi, Sungai Mahakam, Sungai Kapuas, dll.
Ø  Danau
Danau adalah lingkungan alam dengan genangan air sangat luas dan dikelilingi daratan. Contohnya adalah Danau Toba, Danau Kelimutu, dll.
Ø  Rawa
Rawa merupakan daratan yang dikeliling air dan banyak tumbuhannya. Tumbuhan yang biasa hidup di daerah rawa-rawa adalah pohon bakau atau mangrove.
Ø  Lautan
Laut merupakan kumpulan air asin yang sangat luas. Air laut terdiri dari campuran air murni dan material lainnya seperi gas-gas terlarut, bahan organik, garam, dan partikel tak terlarut lainnya.


2.  Lingkungan Buatan
            Lingkungan buatan sengaja  dibuat manusia untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Kita sudah belajar bahwa lingkungan buatan itu ada yang berkaitan dengan alam dan ada juga yang berkaitan dengan bangunan.
            Setiap lingkungan buatan itu mempunyai manfaat masing-masing. Berikut ini akan dijelaskan manfaat lingkungan buatan seperti : pemukiman ,jalan dan jembatan, waduk, persawahan dan perkebunan.

Ø  Permukiman
Daerah permukiman adalah tempat yang sengaja dibuat manusia untuk tempat tinggal. Manusia membuat permukiman agar lingkungan tempat tinggal penduduk menjadi teratur dan tertib. Daerah permukiman akan terlihat jelas di kota-kota besar. Letak rumah dan jalan-jalan di kota tampak lebih teratur.
Ø  Jalan dan Jembatan
Coba bayangkan jika kamu hendak pergi ke suatu desa tapi desa itu tidak memiliki  jalan yang mulus. Apkah kamu akan pergi kesana ? Tentu kamu berpikir panjang. Jalan merupakan sarana yang penting untuk memajukan daerah. Tanpa jalan,penduduk desa itu akan kesulitan membawa hasil sawah dan kebun kekota. Dua daerah yang dipisahkan oleh sungai dapat dihubungkan dengan membangun jembatan.Dengan adanya jalan dan jembatan,hasil pertanian di suatu daerah  dapat dijual ke daerah lain. Dengan demikian , hubungan  antardaerah menjadi lancar.
Ø  Waduk atau Bendungan
Air sungai yang mengalir dapat dikumpulkan dengan cara membuat bendungan atau waduk. Air di waduk dimanfaatkan manusia untuk mengairi sawah dan memelihara ikan.Waduk-waduk yang besar dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi. Bahkan ada waduk yang sengaja dibuat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),
Ø  Persawahan
Daerah persawahan hampir ada diseluruh  daerah di Indonesia. Daerah persawahan ini banyak ditemukan di daerah pedesaan. Di kota-kota besar daerah persawahan hampir tidak dapat dilihat lagi.
Daerah persawahan sengaja dibuat  manusia untuk keperluan menanam padi,jagung,kacang kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan sebagainya.
Ø  Perkebunan
Daerah perkebunan adalah daerah yang sengaja dibuat manusia untuk ditanami berbagai jenis tanaman seperti kelapa sawit, karet, kopi,tebu, tembakau, dan teh. Hasil perkebunan dapat mendukung kegiatan industry, misalnya : teh dimanfaatkan untuk industry minuman, kelapa sawit dimanfaatkan untuk industri minyak sawit, dan sebagainya.




3. Lingkungan sosial hingga saat ini masih belum ada definisi yang pas, masih menjadi perdebatan para ahli. Untuk itu digunakan definisi kerja lingkungan soaial budaya yaitu lingkungan antar manusia yang meliputi pola-pola hubungan sosial serta kaidah pendukungnya yang berlaku dalam suatu lingkungan spasial (ruang); yang ruang lingkupnya ditentukan oleh pola-pola hubungan sosial di dalam lingkungan masyarakat tersebut.
  


4. Pengertian lingkungan budaya adalah hal- hal yang berkaitan dengan karya cipta dan hasil perbuatan atau tingkah laku manusia, misalnya yang menyangkut gagasan, norma, kepercayaan, adat istiadat, pakaian, rumah, dan lain-lain.



5. Ekonomi lingkungan atau ilmu ekonomi lingkungan adalah ilmu yang mempelajari perilaku atau kegiatan manusia dalam memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungannya yang terbatas sehingga fungsi atau peranan SDA dan lingkungan tersebut dapat dipertahankan dan bahkan penggunaannya dapat ditingkatkan dalam jangka panjang atau berkelanjutan.
Semua berkaitan satu sama lain ini memyebabkan keseimbangan dan pengaruh positif jiga satu sama lain memberikan keuntungan. hal seperti ini yang sulit untuk dipersatukan dizaman saat ini karna sering terjadi bencana alam seperti longsor dan banjir juga yang lain yang di sebabkan oleh tidak seimbangan nya antara lingkungan alam, buatan dan sosial nya.




Rabu, 04 Oktober 2017

PERAN ARSITEK TERHADAP LINGKUNGAN



Pengertian Arsitektur

Arsitektur adalah ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan (artefak), mulai dari lingkup makro seperti perencaan dan perancangan kota, kawasan, lingkungan, dan lansekap hingga lingkup mikro seperti perencanaan dan perancangan bangunan, interior, perabot, dan produk. Dalam arti yang sempit, arsitektur sering kali diartikan sebagai ilmu dan seni perencanaan dan perancangan bangunan. Dalam pengertian lain, istilah “arsitektur” sering juga dipergunakan untuk menggantikan istilah “hasil-hasil proses perancangan”.

Jika ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan (artefak) dinamai “arsitektur”, orang yang mempunyai keahlian dan berkecimpung di dalam bidang tersebut dinamai “arsitek”. Jadi, arsitek adalah orang yang mempunyai keahlian dan berkecimpung di dalam ilmu dan seni perencanaan dan perancangan lingkungan binaan (artefak)—seperti perencanaan dan perancangan kota, kawasan, lingkungan, lansekap, bangunan, interior, perabot, dan produk.

Pengertian Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Bagi sebagian besar orang, waktu mereka dihabiskan untuk terlibat dalam organisasi baik formal maupun informal. Sejak kita memasuki masa sekolah hingga hidup bermasyarakat, tentunya banyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, seperti kelompok paduan suara, tim olahraga, kelosmpok musik atau drama, organisasi keagamaan di lingkungan tempat tinggal, atau juga bisnis.

Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan, wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkan organisasi informal adalah suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam perusahaan karena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan pada suatu kantor. Organisasi informal muncul karena adanya kebutuhan pribadi dan kelompok dalam suatu organisasi.

Dari uraian di atas, dapat di katakan bahwa definisi arsitektur lingkungan adalah ilmu bangun membangun yang berkaitan dengan perencanaan tata kota, landscape planning, urban design, interior maupun eksterior yang memperhatikan kondisi fisik sumber daya alam, yang meliputi air, tanah, udara, iklim, cahaya, bunyi dan kelembapan. Arsitektur lingkungan sangat berkaitan erat dengan arsitektur hijau (green architectur) karena sama - sama berhubungan dengan  sumber daya alam.


Pengaruh positif pekerjaan arsitek terhadap lingkungan

Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia mampu memenuhi kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik yang menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan dilakukan untuk menghemat dan mengurangi dampak – dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massa bangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend green design.
Ø    Memberikan dampak pada estetika bangunan
Ø    Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
Ø    Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila bangunan akan didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisa dicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam pada lingkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta.


Pengaruh buruk dari pekerjaan arsitek yang tidak memperdulikan lingkungan

Kerusakan tanah, secara garis besar terjadi oleh pengaruh proses erosi, penjernihan tanah, kehilangan unsur hara, serta terakumulasinya zat pencemar dalam tanah. Proses-proses tersebut terjadi diantaranya dipicu oleh adanya pembangunan yang tidak memperhatikan segi lingkungan. Kerusakan tanah terjadi sebagai akibat eksplorasi lahan yang tidak terkontrol dan kurang memperhatikan unsur lingkungan guna mendukung jalannya pembangunan. Pembangunan dalam realitanya sering kali lebih mengutamakan nilai ekonomis dan mengabaikan aspek lingkungan. Secara lebih lanjut pembangunan berjalan ekspansif, diantaranya menyangkut segi pemanfaatan ruang / lahan. Dalam pemanfaatannya sering kali aspek tata guna lahan yang sesuai dan seimbang terabaikan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan terganggunya kestabilan ekosistem alam dan permasalahan lingkungan, diantaranya kerusakan dan pencemaran tanah.
Contoh nyatanya:

  •  · Jebolnya tanggul Siru Gitung akibat maraknya pembangunan tempat wisata ataupun bangunan komersial lainnya di sekitar tanggul yang seharusnya menjadi tanah resapan bagi tanggul tersebut.


  •    Taman ismail marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.  Banyaknya lingkungan hijau di site bangunan tersebut dan pembuatan taman pada atap sehingga membuat dampak positif untuk mengurangi dampak global warming. Sebagai taman hijau kota.Pembuatan the "Artificial Sungai" dibuat sepanjang sisi barat laut situs untuk membantu mengumpulkan air hujan untuk didaur ulang dan mengganti pagar sebagai batas ramah antara taman dan sekitarnya.




·         Banjirnya kota jakarta merupakan akibat dari sitem pembangunan-pembangunan di jakarta yang tidak memikirkan lingkungan, hal tersebut marupakan akibat dari lingkungan yang seharunya merupakan daerah hijau di jadikan menjadi gedung-gedung dan pemakaian plester penuh pada stiap permukaan tanah di kota jakarta sehingga tidak adanya tempat lagi untuk resapan air. Seharusnya untuk jalan pelajan kaki tidak perlu menggunakan plaster melainkan menggunakan bata konblok agar air dapat meresap ke tanah. Jebolnya tanggul Siru Gitung akibat maraknya pembangunan tempat wisata ataupun bangunan komersial lainnya di sekitar tanggul yang seharusnya menjadi tanah resapan bagi tanggul tersebut.




KESIMPULAN

Seorang arsitektur dalam membangun suatu bangunan harus melihat kondisi atau lingkungan sekitar terlebih dahulu.  Agar mampu memperkirakan kondisi yang akan di hadapi di dalam proyek tersebut. Untuk mencapai suatu desain yang maksimal dan sesuai dengan permintaan, Arsitek mampu mencari solusi dalam masalah yang ada di dalam proyek, dari segi lingkungan, ekonomi, aspek social, dan permintaan desain dari pihak tersebut.  Arsitek juga dituntut untuk mengerti akan segala seluk beluk bangunan,site dan lingkungan karena dampak positif dan dampak negatif dari pembangunan tersebut menjadi salah satu tanggung jawab arsitek.




Sumber :
http://adacyntya.blogspot.co.id/2015/04/peranan-arsitekturterhadap-lingkungan.html






TIARA NUR INDAH
27316384
2TB03